happy birthday my D
18 Oct 2009 2 Comments
34 rite??wow….thats not a small number!!!
my D..you had been trough so many stories of the life. and you teach me, show me, and play me the part of your story. its privilege for me, to be someone u admitted that your love the most.
so regretful my D, why cant i live our life with just happiness. nothing to worry about, thats what you always say. my childish, and instability must be blame:)
i hope tonite we can blow the candle. just a little luck for the rest of the age.
you’re meant so much my D. wish you all the best. good luck
for your life and work.
i pray for your happiness with your family always.
may god always rain you his love forever.
thank you my D..for outstandingly loving me. HAPPY BIRTHDAY
baby,i’m not sure if this is love
18 Oct 2009 Leave a Comment
in cerpen
Sekarang tidurnya selalu larut, bukan karena ia memang begitu, tapi dia lebih memilih memutar waktu saja. Tidur di siang hari dan terbangun di malam hari, pikirannya bisa bebas melayang bercerita pada kertas ditemani sang pena. Hatinya merasa getir, tak terima pada keadaannya. Namun tak perlu lah dunia tau tentang ini. kertas dan pena saja sudah cukup.
Hidup dimalam hari baginya lebih baik, disaat orang tertidur ia tak perlu mengharapkan siapapun untuk mendengarkannya. Dengan rela ia membiarkan semua orang tertidur lelap, membawa kelelahan, tangis, tawa, harapan, dan ketenangan. Tak perlu lah orang lain peduli akan kegiatan malamnya, ia hanya ingin tak perlu ada orang yang ia harapkan untuk sedikit saja, mencintainya.
Siang baginya terlalu menyakitkan, mereka semua terbangun, namun tak ada diantara mereka yang hendak mencintainya. Itulah yang ia
pikirkan, ia tak ingin hidup di siang hari, hatinya terlalu lelah berharap pada makhluk hidup. Biar saja mereka tidur, hingga dia tak perlu berharap. Dan biarkan saja ia tertidur, hingga tak pernah muncul harapan itu. Lagi.
Baru satu bulan, ia melihat orang yang 23 jam lagi akan menjadi suaminya tertangkap mata berjalan keluar sebuah hotel.
“sayang…..please listen to me. She just another play…” begitu kalimat yang selalu diucapkan kekasih lamanya. Ia tak pernah bisa terima jalan pemikirannya. Lelaki itu menikahinya karena mencintainya, dan meniduri wanita lain, karena hanya sekedar menginginkannya. Ia tak mampu untuk terus hidup dalam bayang-bayang dimana lelaki itu beradatiap malamnya.
Malu ia berhadapan dengan banyak orang karena pernikahannya batal, tanpa pernah memberi penjelasan pada siapapun. Tapi seharusnya ia lebih malu, karena bersembunyi, dan caranya itu membiaskan tanda ia telah kalah telak oleh cinta. Terus ia menulis dengan cacian, memohon, tawa, dan harapan. Penanya hanya mampu bertahan 1 minggu, kepalanya sering migren karena tangan kidalnya tak pernah berhenti menulis, hingga urat saraf menegang, dan rambutnya tak pernah ia sisir. Entah mengapa seorang designer muda yang sedang naik daun ini memandang hidup hanya dengan satu warna . Biru.
Diteguknya wine tahun 78’. Wine itu tersimpan rapih di cellar milik keluarganya. Teringat alhamarhum sang ayah berkata 13 tahun lalu “papih beli banyak sekali wine saat kamu lahir, dan wine akan hanya akan dibuka saat pernikahan kamu nanti” air matanya mulai terurai lagi, tak percaya diri akan ada undangan lainnya yang akan naik cetak, dan akan ada sebuah kesombongan sarat rasa bangga pada sang lelaki, seorang pengusaha kaya di bidang property dan seorang dosen muda universitas nomer satu di Jakarta. Kebanggaan yang mengharukan.
“all the woman wanted to be with me, but I always crazy for you. Please, open up your mine. Love is love. And sex just sex, baby. I had told you, I don’t want you to be surprised of my defect after we married. I am hyper sex, and maybe more, I am maniac. And I can’t just stick with you only. i felt no satisfied if I had to stay with you for too much time. you wish me to Forever making love with you just with you, I am not sure”
Usianya yang kepala 3, seharusnya dia bisa mengerti penyakit physiology semacam itu , tapi tak pernah bisa ia menerima kenyataan itu. Semakin dewasa, ia semakin tak ingin menerima kekurangan orang lain, yang ia tau akan menyulitkannya. Ia hanya ingin bahagia. Menikah, menikmati wine pernikahannya, dan memberi nama anak perempuannya seperti neneknya yang seorang belanda, Helena. Dan anak lelakinya seperti almarhum ayahnya. Pramudia.
Lelaki itu tak pernah menyerah hingga bisa meyakinkan wanita yang dicintainya untuk menerima defect dirinya. Namun tak pernah satu orangpun yang tau tempat ia hibernasi. “mungkin ke eropa, atau dia pernah selalu bicara masalah korea dan fashion, mungkin sienna disana. Atau mungkin ada di kota kelahirannya. Sienna, itali” mamih sienna bicara pada lelaki tampan itu.
Masalah mereka terlalu pribadi, hingga tak mungkin ada orang lain apalagi keluarga boleh mengetahuinya. Dan lelaki itu hanya berlagak tak pernah tau mengapa sienna membatalakan pernikahannya. “kalau ada kabar, jangan lupa kabarin yah mih….saya cinta banget sama sienna. Mungkin dia Cuma kena wedding syndrome dan ngga bisa mengatasinya”.
Mamihnya tak banyak berkomentar, ia tau putri bungsunya adalah anak perempuan yang tak tumbuh dengan rasa takut. Ia percaya, ini adalah pilihan putrinya yang terbaik. Anakku tak perlu pulang bila tak boleh pulang, pulang saat boleh saja. Kamu anak yang kuat, nak. Dalam hati ibunya mengirim semangat yang semoga tali batin mereka berdua bisa mengantarkan ucapnya ke hati sienna.
Ia tak pernah jauh, hatinya selalu ingin pulang. Pulang ke rumahnya, tanpa ada kenyataannya pahit yang memaksanya untuk tinggal. Ia harap, tak bertemu dengan lelaki itu, semua ini seharusnya sudah usai. Namun tak pernah usai. Lelaki itu malah semakin nyata keberadaannya. Tak perlu ada fisiknya, karena memang hatinya selalu membuat dia selalu hidup, percuma disini, tak merubah apapun. Yang ingin ia rubah bukan tabiat mantan kekasihnya, tapi perasaanya. Ia ingin memilih untuk tak cinta lagi.
Semakin ia dalam menyelami dirinya, hatinya, perasaaanya, ia tersadar akan sesuatu, kalau dia tak pernah mencintai mantan kekasihnya, yang ia cintai adalah mimpinya. Akan sosok seorang Keenu, yang sempurna. Namun kesempurnaan memang hidup di dunia mimpi. Ia tak mencintainya, kalau ia mencintainya, keenu benar masalah bisa menerima. Pada kenyataannya ia memang tak mau menerima, bukan tak bisa. tapi tak mau.
“Aku ada di bogor, aku yang harus ke Jakarta ketemu kamu, atau kamu yang kesini” akhirnya sienna menyerah pada mimpinya.
“its okay honey, I’ll be there for you”
Perasaan tak menentu ada di benak keenu, ia ingin bersikap wajar dan tenang namun, tak bisa ia bohongi perasaan takutnya, dan perasaan bersalahnya yang membuat darahnya terasa panas. Ia tak siap saat sienna harus memutuskan hubungan ini, ia mencintai sienna semenjak pertama ia bisa menahan diri untuk tak menyentuh sienna sebelum keduanya berikrar janji suci. Ia tau ia mencintainya. Karena itu, ia tak pernah mau menyakiti sienna. Sebenarnya dirinya tak bisa menerima keadaan dirinya, tapi semua sulit ia lawan.
Hatinya hancur, melihat sienna dengan mata yang berkantung, sembab, kuku tanpa warna pakaian yang tak berwangi parfume, dan rambut yang tak rapi. “you must be lost your mirror” tanggapnya datar. “I’m going to take you home, and if you want to, we shouldn’t have meet again.” Keenu lah yang menawarkan diri untuk mundur, karena ia tau ini semua tak mungkin.
Senyum sienna terlengkung diwajah cantiknya “aku Cuma mau bilang, maaf atas cinta yang berlebihan. Maaf atas cinta yang tidak apa adanya. Maaf atas mencintai diri sendiri dan membuat orang lain menjadi tumbalnya. You may free to be your self. And the 70’s wine has been opened. No wedding for me. And I think that’s enough for me right now”
Keenu menelah ludahnya, dengan rasa getir di pangkal tenggorakannya. “I’m going to change. Dengan satu harapan mendalam. Please, jangan pandang aku karena masa laluku. I love you. And just love you.”
“masalahnya bukan kamu. Tapi aku. kamu seperti apapun, aku seharusnya ngga masalah, asalkan aku cinta sama kamu. In fact, sekarang saja, yang aku mau adalah sesegera mungkin mengakhiri cerita dongeng ini”
“kalau memang ingin mengakhiri cerita dongeng, maka kembalilah ke realita, aku ngga sempurna, dan yang real aku mau berubah demi realita kita. Why don’t you just stay. Stay to make me cured. Maybe I’m the one who need help. And your love will help”
“its hard…….”
“I leave,,,,bukan karena aku ngga cinta. Tapi karena saking cintanya. Please just believe”
Sienna mengangguk percaya. Keenu pergi, dan tak berniat untuk kembali. Sienna pulang, tanpa berniat untuk lari. Lagi.